SUAKA ALAM PERAIRAN (SAP) TELUK CEMPI
Suaka Alam Perairan (SAP) Teluk Cempi merupakan salah satu kawasan konservasi perairan daerah dengan kategori SAP. SAP Teluk Cempi ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia NOMOR 22/KEPMEN-KP/2020 Tahun 2020 tentang Kawasan Konservasi Perairan Teluk Cempi dan Perairan Sekitarnya di Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan luas 22.257,45 ha.
Peta Kawasan Konservasi Teluk Cempi
Teluk Cempi merupakan perairan yang terletak di Kabupaten Dompu yang meliputi wilayah empat kecamatan yaitu Kecamatan Pajo, Woja, Hu’u dan Dompu. Teluk Cempi memiliki ekosistem penting seperti ekosistem terumbu karang, ekosistem padang lamun dan ekosistem mangrove. Ketiga ekosistem penting tersebut menjadikan Teluk Cempi sebagai habitat penting bagi sumber daya ikan.
Road Map Kawasan Konservasi Teluk Cempi
Potensi yang terdapat di SAP Teluk Cempi terdiri dari potensi ekologis, potensi ekonomi dan sosial budaya. Potensi ekologi yang terdapat di Teluk Cempi meliputi ekosistem terumbu karang, ekosistem lamun dan mangrove. Potensi ekonomi terdiri dari potensi pada bidang perikanan tangkap dan wisata. Sedangkan aspek sosial ekonomi merupakan aspek demografi penduduk yang ada di sekitar Teluk Cempi, mata pencaharian dan infrastruktur penting seperti pendidikan dan kesehatan
Ekosistem penting pesisir Ekosistem penting lainnya yang terdapat di Teluk Cempi adalah mangrove dan lamun. Hutan mangrove merupakan satu-kesatuan tak terpisahkan dalam ekosistem pesisir (marine and wetland ecosystem). Ekosistem mangrove ditemukan di bagian Desa Jambu, Mbawi dan Mumbu dengan luasan mencapai 1.501,97 ha. Hasil inventarisasi oleh LIPI pada tahun 2001 terdapat 31 jenis mangrove yang berasal dari 20 famili dengan dominansi dari famili Rhizophoraceae. 10 Rencana Pengelolaan dan Zonasi SAP Teluk Cempi Ekosistem lamun merupakan ekosistem penting dalam ekosistem pesisir yang merupakan habitat berbagai jenis biota laut. Menurut Nontji lamun (seagrass) adalah tumbuhan berbunga yang telah menyesuaikan diri hidup terbenam di dalam laut dangkal. Lamun berbeda dengan rumput laut (seaweed) yang dikenal juga sebagai makroalga. Lamun (seagrass) merupakan satu-satunya tumbuhan berbunga (Angiospermae) yang dapat hidup di dalam laut, meskipun hanya mampu hidup pada perairan yang dangkal. Hal ini karena dibatasi oleh cahaya matahari yang sangat dibutuhkan oleh lamun dalam proses fotosintesis. Lamun berbunga (jantan dan betina) dan berbuah di dalam air. Ekosistem padang lamun di Teluk Cempi hanya ditemukan di satu lokasi yaitu di pesisir Desa Tolo’oi dengan luasan sekitar 414,54 ha.
Kawasan Konservasi Teluk Cempi memiliki beberapa potensi wisata antara lain:
Wisata Pantai
Pantai Maci di Kawasan Konservasi Teluk Cempi terletak Pada Zona perikanan Berkelanjutan, di Desa Maci Kecamatan Torano Kabupaten Sumbawa.
Pemandangan Pantai Maci di Teluk Cempi
Wisata Wadu Jao
Wisata Wadu Jao terletak pada Kawasan Konservasi Teluk Cempi Pada Zona pemanfaatan yang berada di Desa Jambu Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu
Pemandangan Wisata Wadu Jao
Wisata Surfing Pantai Lakey yang terletak di Kecamatan Hu’u merupakan salah satu lokasi berselancar terbaik dunia karena kehebatan dan konsistensi ombaknya, setiap tahun Pantai Lakey dijadikan sebagai tuan rumah dari kompetisi selancar tingkat dunia. Pantai Lakey terletak kira-kira 5 jam dari kota Sumbawa Besar dan memakan waktu 1 jam 45 menit dari kota Dompu. Pantai Lakey mempunyai kehebatan 4 jenis ombak yaitu: Lakey Peak, Cobble Stones, Lakey Pipe dan Periscop.
Pe andanan Wisata Pantai Lakey